Uncategorized

Sederas Hujan


Hujan samar-samar Dengan parasut, dia turun bisik-bisik menggelayut di tiang lampu menunggu orang-orang menyingkap jendela dan menengok ke luar mengaurakan syahdu Hujan tidak pernah datang sendiri Ramai dia ketuk pintu-pintu satu per satu Saat kauberkaca dengan cermin jendelamu pun, dia akan menyerbu ramai mencecarmu dengan tapak-tapak wajahnya di jendela juga mencium keningmu dingin Jika hujan… Continue reading Sederas Hujan

Uncategorized

Membenci Hujan


dia membenci hujan Juga tirai lusuh yang berdetak-detuk menampar jendela akibat badai yang gemeretuk di luar sana Suara air yang berloncatan di genting bocor Terasa pekak dia hanya bisa meringkuk Tunduk di sudut lekuk Bilik bambu yang tertembus basah Sembilu dingin mencubit kasar kulit dan hatinya Mangkuk usang dan ember yang disebarnya di penjuru ruangan… Continue reading Membenci Hujan

mind self

Ruah


Matahari tidak perlu dibakar dia sudah menyala di atas kepalamu membawakan wabah-wabah musim yang menggarami langit dengan kunang-kunang kupu-kupu capung dan kumbang Bulan tidak perlu dibakar dia sudah menyala di atas kepalaku gemetar, merapikan wajahnya yang berlubang-lubang berbedak menari hendak meledak Kamu mengikatku dalam jarak Aku mengikatmu dalam sepi yang bersorak Kita berdua bersulang dengan… Continue reading Ruah

profesi

Potret Sampah Saat Mudik: Indonesia Belum Bebas Sampah


Kita tidak bisa memungkiri, isu sampah kian menghangat di Indonesia saat musim mudik. Sampah ibukota yang diangkut ke TPST Bantar Gebang diberitakan turun drastis. Penurunan timbulan sampah saat H-1 lebaran, hari pertama lebaran, dan hari kedua lebaran terjadi karena banyak warga Jakarta yang mudik. Pada H-1 lebaran, total sampah 5.586 ton dan saat hari pertama… Continue reading Potret Sampah Saat Mudik: Indonesia Belum Bebas Sampah

mind self

Hujan Tetap Hujan


Hujan berpapasan denganku. Memakai payung, sepatu kulit, dan syal merah jingga. Menggodaku untuk ikut berpayung. Aku menolak. “Tidak bisa. Hujan tetap hujan. Aku ingin menghindar dari basah. Aku ingin menghindar dari dingin. Aku ingin menghindar dari sepi.” Hujan tertawa. Tawanya menjelma guruh yang senyap di udara. Riuh redam, lalu diam. Langit semakin kelabu. Langit menjilatkan… Continue reading Hujan Tetap Hujan

mind self

Buntu


Tiada titik temu aku dan kamu, selesai ? Tiada jalan keluar Sepanjang hari-hari yang mulai terasa kosong ini, lembar-lembar buku catatanku tidak terisi penuh. Meski terisi, banyak ruang-ruang kosong yang diisi coretan asal. Renggang, tapi tidak ada maknanya. Seharusnya ada hal berguna yang kutulis, dengan huruf kecil-kecil, rapat-rapat. Huruf-huruf yang biasanya mampu menjagamu lekat-lekat dan… Continue reading Buntu