2 years ago · mind self

Mati


Mati bukan berarti sendiri karena potong-potong kata yang kauselipkan di telingaku dan juga telinga mereka akan selalu menjadi ngiang yang panjang Mati bukan berarti jera karena gurat-gurat kalimat yang kautuliskan di jemariku dan juga jemari mereka akan selalu menjadi lebur yang riang Mati bukan berarti pisah karena butir-butir paragraf yang kaubisikkan di langit pagiku dan… Continue reading Mati

mind self · post

Spasi


Aku terlalu nyaman berada di dekatmu sampai aku lupa bahwa kita butuh ruang untuk bergerak dengan bebas, yang selama ini kita hilangkan dengan genggaman di waktu-waktu kecil kita. Rasanya seperti mimpi yang terlampau indah, aku terlena sampai lupa untuk bangun dan menghadapi kenyataan. Aku akan menulis ini sesuai pihakku, karena aku tidak bisa membaca isi… Continue reading Spasi

Uncategorized

Menjual Maaf


Kamu selalu bisa melukai dan tanpa kamu sadari, maaf sangat mahal untuk dibeli. *** Aku menjual maaf. Rapi kususun di rak kaca tembus pandang dengan palang toko yang bertulis BUKASELAMANYA, jika bisa. Orang-orang berlalu-lalang melirik sedikit dan mengernyit tiap lewat, sesekali meneriakkan serapah yang tidak aku pahami. Aku tetap menjual maaf. Aku menjual maaf. Berdoa… Continue reading Menjual Maaf

Uncategorized

Jalan Pulang


Jalan pulang yang menuju ke arahmu adalah jalan yang ramai, suka cita, riuh, warna-warni. Serupa festival yang berlangsung setiap hari, menerbangkan balon pelangi ke angkasa, meniup lampion kertas origami ke cakrawala. Aku ingin membelok di tikungan saja dan menatapmu dari ujung jalan. Aku tidak perlu buru-buru melangkah ke sana. Aku lebih baik pulang. Jalan pulang… Continue reading Jalan Pulang

Uncategorized

Jendela Hujan


Rintik hujan belum berhenti. Aku menatap sepotong jendela di depanku. Bening, tak menyisakan warna dalam lekuk-lekuknya. Keras, tak menyisakan lunak dalam sudut-sudutnya. Aku melihat ke seberang jendela. Melihat dunia yang dipisahkan oleh waktu dan hujan. Detik jam masih berbaur dengan udara. Berdetak berdetik berdetuk, menimbulkan suara yang menguar keluar mendobrak jendela. Aku duduk saja melihat… Continue reading Jendela Hujan

Uncategorized

Suka dan Cinta


"Mereka bilang obat rindu adalah pertemuan. Mereka bilang pertemuan akan menguraikan rindu menjadi bulir-bulir kecil, memecahnya menjadi serpih, lantas tertiup angin dan hilang begitu saja. Mereka bilang pertemuan akan menyapu bersih rindu menjadi butiran ringan di udara, lantas lenyap dihanyutkan gerimis yang membentangkan udara lembab." "Aku ingin mengatakan itu pada angin," sahutku. Menyunggingkan senyum pada… Continue reading Suka dan Cinta

Uncategorized

Kita


"Aku rindu saat di mana "kita" saling bertukar cerita. Keadaan ini terasa berbeda jauh setelah di mana hanya ada aku dan kamu. Tidak ada lagi "kita"." Goresan bait itu kubaca pagi ini dari status salah satu temanku di socmed. Aku termenung, duduk memperhatikan arloji tua yang sejak dulu bersemayam di saku jasku. Arloji itu berbingkai… Continue reading Kita