2 years ago · mind self

Kepada Guru Hidup di Cikarang


Untuk sahabat sekaligus guru kehidupan di Cikarang, caramu menjalani hidup membuatku sering mengenang saat pertama kali kita bertemu di awal semester ganjil kelas XI SMA. Aku yang belum punya teman akrab dari kelas X harus berbaur lagi dengan anak-anak dari berbagai kelas yang belum kukenal, membuatku lega saat kulihat kamu (yang pernah satu kelas denganku… Continue reading Kepada Guru Hidup di Cikarang

Advertisements
2 years ago · mind self

Itu Katamu


Aku selalu ingin sendirian bersama hujan tapi kenapa kau yang datang bersama kenangan? Aku selalu menepati janji untuk merindukan tapi kenapa kau tidak kunjung beranjak dari pikiran? Aku selalu menitipkan senyum pada bingkai langit tapi kenapa kau yang merebut dan mewarnai pelangi setelah hujan? "Jawaban hanya satu. Kau belum menyadari itu. Aku dan kamu saling… Continue reading Itu Katamu

2 years ago · mind self

Puzzle Cita-Cita


Cita-cita saat kecil adalah impian yang penuh keyakinan. Cita-cita saat remaja adalah mimpi yang penuh campur tangan. Saat kecil, kau bisa bercita-cita jadi apa saja yang kamu mau tanpa takut akan gagal atau kandas di tengah jalan. Saat kecil, sama sekali tidak ada gentar dan keraguan ingin menjadi apa di masa depan. Saat kecil, berapa… Continue reading Puzzle Cita-Cita

2 years ago · mind self

Seperempat


Repost dari My Heaven of Love Seperempat. Seperempat itu setengahnya setengah. Tapi jalanilah hidup dengan sepenuh hati dan cinta. Karena akan kau rasakan sendiri manfaatnya terutama bagi kepuasan batinmu. Tidak ada yang bisa menggantinya dengan materi. Hakikat kepuasan tidak hanya itu. Sempit sekali pikiranmu jika hanya itu. Menjadi dan mewujud seperti dirimu saat ini bisa… Continue reading Seperempat

2 years ago · mind self

Menguraikan Keabadian


Pada Desember yang gerimis, langit bertanya pada kita. Bagaimana caranya menguraikan keabadian? Dia tercipta dari titik-titik debu yang melayang. Sesekali menggesek dinding kamarmu yang kelam. Merayakan hari-hari dengan menertawakanmu dalam senyap yang pengang. Bagimu yang setiap hari mematung di depan jendela, keabadian tidak lebih dari titik-titik debu biasa. Tidak cukup dibersihkan, dia akan datang lagi.… Continue reading Menguraikan Keabadian

2 years ago · mind self

Sepertinya


“Jika cinta selalu menemukan tempatnya pulang, maka bukankah hatiku juga pasti menemukan kembali kamu yang hilang?” Lagi, kita duduk sore ini. Berhadapan. Aku diam, lebih memilih menatap riak teh di depanku yang terguncang karena getaran tanganmu mengetuk meja berkali-kali. Dari tadi hanya nafasku yang menggantung di udara, lenyap dibawa udara dingin. Kamu terus berucap tentang… Continue reading Sepertinya

2 years ago · mind self

Lelah


  Aku bersandar pada lelah Juga pada bising yang pekak di telinga Saat mata terpejam, kudengar suara-suara teriak sunyi yang meriap ke dalam jiwa Terkurung kebebasan Terkurung ramai dalam kesepian Di hatiku, api menjadi nyala yang kehilangan bara Tersisa jelaga hitam sesak di dada Merekah di nadir, tertahan di bibir Lalu apa yang bisa dimiliki… Continue reading Lelah