Uncategorized

Sederas Hujan


rain

Hujan samar-samar
Dengan parasut, dia turun bisik-bisik menggelayut di tiang lampu
menunggu orang-orang menyingkap jendela dan menengok ke luar
mengaurakan syahdu

Hujan tidak pernah datang sendiri
Ramai dia ketuk pintu-pintu satu per satu
Saat kauberkaca dengan cermin jendelamu pun,
dia akan menyerbu ramai
mencecarmu dengan tapak-tapak wajahnya di jendela
juga mencium keningmu

dingin

Jika hujan adalah bahasa langit untuk selalu mencintai bumi
lantas menyisir setiap inci tubuh bumi yang kini
berkawat duri
Sementara langit selalu indah,
bumi kian lusuh tersepak tertusuk terseok ringkih karena tua
Tapi langit selalu mencinta
Dikirimkannya hujan sebagai bahasa
agar bumi senantiasa didekapnya

Hujanku menghujanimu
Kita sama-sama mendidihkan kesepian yang
melepuhkan kepala kita

Sederas hujan
aku meledak melesak gemetar
mencarimu
Gelisah membasahi korneaku, menembus patah retina

Maka lewat dingin hujan
Aku mendekapmu
menjagamu keras, tanpa lepas,
tidak terbatas

(Photo from We Heart It)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s