Uncategorized

Membenci Hujan


image

dia membenci hujan
Juga tirai lusuh yang
berdetak-detuk
menampar jendela
akibat badai yang gemeretuk
di luar sana

Suara air yang berloncatan di genting bocor
Terasa pekak
dia hanya bisa meringkuk
Tunduk di sudut lekuk
Bilik bambu yang tertembus basah

Sembilu dingin mencubit kasar
kulit dan hatinya
Mangkuk usang dan ember yang
disebarnya di penjuru ruangan
Ikut menangis juga karena jenuh tak kuat
Menampung tetes hujan yang kejam menembus atap

dia rindu hujan yang dikenalnya
dulu
Menggelitik kaki telanjangnya
Merengkuh menciumi wajahnya
Menyanyi deras risik di telinganya

Kini risik menjelma pekak pilu yang
merobek telinga
dia tidak lagi merindukan hujan
Tapi dia tidak memaki
Tidak juga berserapah

dia hanya menggigil
Serasa guna sudah tiada
Hujan tiada lagi dikenalnya

(Photo from We Heart It)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s