mind self

Purnama Menyala


full moon

Purnama menyala di atas kepala. Dia tidak lebih dari balon gas yang aku tiup bulan kemarin, yang aku terbangkan dengan lampion ke angkasa, yang membawa doa-doa ke singgasana-Nya.

Purnama menyala di atas kepala.
Meski dia bersemu merah karena kaupuji, tidak ada satu pun yang melihatnya tersipu. Tetap saja dia kokoh di sana. Membulat di langit yang terpapar polusi cahaya.

Purnama menyala di atas kepala. Dia bersiul dari jauh, menghibur bumi yang mulai lusuh. Lantas memantulkan sinar surya yang diterimanya lebih kuat, sampai jenuh.

Purnama menegurku.
Jangan berpuisi. Kau diam saja. Malam ini adalah milikku.

Aku menggumam. Mematikan lampu. Memadamkan api. Menantang gelap seorang diri.

Tidak semua malam bisa kaumiliki. Hanya saat kau bulat, kaubisa memeluk malam dengan utuh.

Tidak semua hal bisa kaumiliki. Hanya saat kau bertekad, kaubisa mendekap mimpimu dengan utuh.

(Photo from We Heart It)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s