Uncategorized

Utuh


image

Hujan menggenggam jemariku
Melepas payung, menjelma kalut
Menjelma cemeti yang bersiut
Tergugu, hujan memekak
Meliuk menampik angin, menampar daun-daun layu yang menunduk
Membisik pada tiang listrik, menyalang berdesis merunduk

Apakah begitu mudah bagi hujan membawa pergi semua kenangan?
Lantas menghamburkannya di sepanjang trotoar
pecah
berserakan

Sementara aku berjongkok, tertunduk, memungut…
setiap keping kelu
setiap butir sendu
setiap serpih rindu
yang dilempar udara

Menjadikannya tumpah lelah tak ada bentuknya
Menebar luka yang aku tidak kuasa menahannya
Menusukku tepat saat aku tertatih memungutnya

Hujan berisik
Dia menjelma deras
Mengurung
Merenung
Melarung

Menyeretku ke pelukannya
Meriak
Meringkus
Memekak

Serupa cemeti,
hujan mendera
hujan menghujam
tajam
kejam

Mungkin hujan cemburu kali ini. Karena dalam larik yang kulepas pada hanyut kusebut namamu dengan jelas. Karena dalam api yang kusulam pada ricik kusebut namamu tanpa batas.

Karena hujan selalu mengembalikanmu utuh kepadaku
tanpa pernah pergi

Karena dalam bayang-bayang hujan ini, kau takkan kurelakan terbagi
Karena dalam rintik-rintik hujan ini, kau takkan berhenti kucari
Karena dalam keping-keping hujan ini, kau takkan kurelakan sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s