mind self

Kita-lah


Capture

Di punggung waktu, hujan berbisik tentang bisu yang menyaru menjadi musuh dan kawan. Di dalamnya ada pahit dan kerinduan yang berkerumun serupa akar. Kita terperangkap di antaranya, tetapi berpaling dan pergi bukan pilihan. Tetap dan tinggal adalah keharusan, karena hati kita masing-masing hanya tersisa puing dan tiada lagi tempat pulang.

Kita-lah tempat pulang itu.


Photo from We Heart It

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s