mind self

90° (Sembilan Puluh Derajat)


image

Ide tulisan ini dari sebuah pameran lukisan Seni Rupa yang berjudul “Sembilan Puluh Derajat”. Ada makna di balik judul tersebut. 90° merupakan sudut yang terbentuk dari perpotongan garis horizontal dan vertikal.
Garis vertikal menggambarkan hubungan spiritual manusia dengan Tuhan dan garis horizontal diibaratkan hubungan manusia dengan lingkungan. Kita sebagai manusia hidup di antara kedua garis tersebut. 90° adalah sudut yang sangat ideal karena dalam keseharian kita, kadang kita tidak sepenuhnya membentuk 90°. 90° derajat berarti kita sudah melaksanakan hubungan kita dengan sangat baik secara vertikal pada Tuhan dan secara horizontal kepada sesama manusia. Namun pada kenyataannya, ada kalanya sudut itu miring menjadi 45° atau 30° atau bahkan 180°. Hal yang paling miris adalah jika sudut yang terbentuk adalah 180°, berarti hubungan kita hanya sebatas dengan manusia, tanpa Tuhan. Menjadi 0° juga tidak baik karena kita jadi terlalu fokus pada Tuhan dan melupakan dunia sekitar kita.

Kita tentu ingat hukum Kirchoff yang berbunyi, “Jumlah arus yang masuk ke suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik cabang tersebut”.Maknanya adalah apa yang kita lakukan hari ini, suatu saat akan ada balasan yang kembali pada diri kita. Bila kita melewatkan sebuah arus kebaikan ke suatu titik maka suatu saat di ujung titik yang lain pun kita akan mendapat balasan kebaikan, cepat atau lambat.Kita sudah sering mendengar ini, tapi masih saja ada yang belum mencerna maknanya dengan baik. Ada saja yang berbuat menyakiti orang lain atau menyakiti diri sendiri, sehingga saat rasa sakit itu kembali menimpanya, dia mengeluh. Padahal apabila kita ditimpa kesulitan, tidak ada cara yang paling baik kecuali introspeksi diri dan berdo’a supaya menjadi pribadi yang lebih baik. Memang dinding paling kokoh yang harus kita hancurkan pertama kali adalah dinding pembatas diri sendiri.

Terkadang kita terlalu sibuk menciptakan alasan-alasan untuk tidak berbuat hal baik, yang tanpa sadar telah memupuk dinding penghalang diri kita sehingga kita semakin terkurung dalam zona nyaman yang kita ciptakan sendiri. Kalau bisa lakukan sekarang, lakukan saja. Bukankah ada pepatah, Talk Less Do More?

Seringkali kita memasang wallpaper motivasi di laptop kita, di hp kita, atau mempublikasinya di profil social media kita, tapi motivasi tersebut sama sekali tidak melekat pada diri kita. Lalu apa gunanya semua yang dipajang itu?

Sebenarnya Tuhan menciptakan hidup ini begitu mudah. Kita tidak dibebani suatu hal melainkan sesuai dengan kesanggupan kita. Jadi tidak ada alasan untuk mengeluh lelah, penat, capek, galau, malas, dan lain-lain. Tuhan sudah mempercayakan pada kita, kita pasti mampu.

“The higher wall you build up, harder for you to break it. Let us get out of the comfort zone we’ve made.”

Saatnya melihat kembali apa saja pencapaian yang sudah kita raih, pasti ada banyak sekali. Kalau perlu tuliskan dalam selembar kertas. Kalau tidak muat, tambahkan lembaran-lembaran baru lagi. Tidak perlu membandingkannya dengan pencapaian milik orang lain. Ingat, sukses setiap orang itu berbeda-beda. Saatnya memperbaiki sudut yang kita punya, periksa lagi apakah masih 30°, 45°, 180°, atau sudut-sudut lainnya? Ingat, sudut yang terbaik adalah 90° dan sudah saatnya kita membentuk sudut tersebut dengan seluruh kemampuan kita. Saatnya mengulang selalu hukum Kirchoff yang sangat familiar itu. Dengan sedikit ubahan, bunyinya menjadi, “Jumlah arus kebaikan yang masuk ke suatu titik amalan sama dengan jumlah arus kebaikan yang keluar dari titik amalan tersebut”.

Jangan ditunda lagi, saatnya meluangkan waktu untuk lakukan hal-hal baik.

“Free time isn’t free. Free time is the most expensive time you have, because nobody pays for it but you. But that also makes it the most valuable time you have, as you alone stand to reap the profits from spending it wisely.” ― Jarod Kintz, I Should Have Renamed This

(Photo from We Heart It)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s