mind self

Melukai Hujan


lonely

“Kenapa harus hujan?”

Dia meraung di balik gerimis yang gugur

menampar angin yang melintas

Dia berair mata–entah menangis atau tetes hujan–sambil menggumam tidak jelas

Dia terisak

Kecewa karena hujan tiba tanpa memberinya kabar

hingga suara hujan membuatnya tenggelam

Meski tak diharapkan, hujan berhamburan memeluknya

Lalu dia pejamkan mata

Bagaimanapun, dia tidak bisa melukai hujan

(Photo from We Heart It)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s