2 years ago · mind self

Bab 12 Tahun 2014


happy

            Akhirnya aku bisa menyentuhkan lagi jariku di atas keyboard dan mengetikkan sesuatu untuk diposting di blog setelah satu semester berhenti sejenak. Liburan membuatku menemui hal-hal menyenangkan, di antaranya kejutan akhir tahun, kejutan awal tahun, dan kebersamaan dengan keluarga. Layaknya sebuah buku, ini adalah chapter terakhir hidupku di tahun 2014 dan aku ingin menyelesaikan ceritanya dengan sebuah happy ending. Hidup ini memang bukan Disney yang selalu berakhir dengan “Happily ever after”, tapi kita-lah yang harus menciptakannya sendiri.

Melihat ke belakang (tidak bermaksud nostalgia sambil menggalaukan diri), aku banyak mengubah diriku sepanjang 2014. Jika di 2013 aku mengalami fase baru dalam hidup (baca: lulus SMA), sehingga aku banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan bertemu teman-teman baru. Namun aku sempat mengalami hantaman keras di akhir tahun 2013. Tidak banyak yang tahu kecuali diriku sendiri dan Tuhanku, juga keluargaku. Aku mulai menarik diri dari kehidupan baru yang aku ciptakan sendiri. Aku mulai jarang berkunjung ke tempat yang aku senangi, mengurangi pertemuan dengan teman-teman baru, bahkan sempat berusaha menjauhi.

Nafas baruku berdenyut lagi di 2014. Aku punya harapan baru untuk bangkit setelah hantaman keras. Sedikit atau banyak, aku masih menjaga diriku terlepas dari trauma. Tidak mudah menyembunyikan luka yang nampak jelas selain dengan senyuman atau sikap kebahagiaan. Maka aku berusaha penuh untuk tampak selalu bahagia. Semoga Tuhan mengerti keadaanku dan mengampuni jika ada sikap yang aku tunjukkan adalah kebohongan.

Lalu di sinilah aku sekarang, di penghujung 2014. Aku harap tidak ada hantaman keras kali ini. Aku harap tidak ada trauma kali ini. Aku harap yang aku lihat tahun ini adalah bahagia yang sempurna. Aku harap yang aku temui sekarang adalah senyuman yang nyata. Maka aku selalu percaya.

Jika aku benar-benar menginginkan sesuatu, Tuhan dan semesta akan membantuku mewujudkannya.

Sederhana, tapi ini akan selalu berlaku untuk siapa pun. Pada hari ini dan masa depan.

Bismillah. Dengan nama Allah. Aku percaya tahun ini akan menjadi titik awal kebahagiaanku yang sebenarnya. Aku akan menghabisi semua lelah, hantaman, dan traumaku di tahun sebelumnya. Aku akan merasakan semua itu luntur sampai tidak bersisa. Aku menginginkan kebahagiaan lebih dari apapun. Aku ingin 2014-ku benar-benar diakhiri dengan manis dan 2015-ku diawali dengan manis.

Aamiin… aku percaya Allah bersamaku.

(Photo from We Heart It)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s