2 years ago · mind self

Selamat Pagi


Selamat pagi, puisiku
Kamu yang sejak malam tidak terjamah jemari
apakah nyenyak dalam lelap?
Matahari sudah tinggi
tapi Matahati belum rapi
Entah, aku berniat bubuhkan tanda tanya di badanmu
Karena tanya yang tidak kunjung habis
tentang kenapa sayap-sayap awan terasa ngilu kian hari
tentang kenapa pintu-pintu jiwa terasa sesak namun hampa tak berisi
tentang kenapa kepala-kepala lampu di trotoar terasa pekat runduk ke tanah, hendak cicipi
sementara manusia yang katanya berilmu padi
mengangkat kepala kian tinggi

Angkuh pada siapa?
Padahal Tuhan maha mengetahui

Selamat pagi, puisiku
Tidurlah lagi
Kelak akan kubangunkan dengan tanya
yang mungkin kian banyak lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s