2 years ago · mind self

Afriana dan Jejak Menuju Dunia Kepenulisan


 

afri

Afriana Maharani Puteri atau yang lebih akrab disapa Afri adalah seorang manusia yang tenggelam dalam dunia kepenulisan. Afri mulai menyadari kemampuannya menulis di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Saat itu tulisannya berupa puisi bertema pertanian mendapat nilai tinggi di kelas. Hobi ini terus berlanjut sampai tingkat SMP. Di SMP, Afri menulis cerita bersambung berjudul “Menyelamatkan Desa” dan cerita pendek berjudul “Kasus Pertama Zeta”. Uniknya, kedua cerita itu ditulis tangan di buku tulis 58 lembar menggunakan pensil mekanik, murni tanpa ketikan. Belum puas dengan kemampuan menulisnya, Afri terus belajar menulis di bangku SMA. Dia senang menulis catatan di akun facebook miliknya. Bermula dari curhat, pemikiran, motivasi diri, refleksi lingkungan, juga puisi dan prosa. Afri pernah meraih Peringkat I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Kabupaten di kabupaten asalnya, Bekasi. Tulisannya juga pernah meloloskannya untuk mengikuti Forum Pelajar Indonesia ke-3 tahun 2011, Indonesia Youth Forum 2012, dan Indonesia Youth Forum 2013.

afriana afritk

Baginya, menulis adalah hobi yang menyenagkan dan ingin terus dia lakukan. Saat ini Afri melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung, jurusan Infrastruktur Lingkungan. Dikarenakan kesibukan yang padat, Afri sempat mengesampingkan kebiasaannya menulis di tahun pertama kuliahnya dan hanya menulis catatan di akun facebook pada akhir semester. Selain menulis, Afri juga mengikuti dua kegiatan unit di kampusnya, yaitu unit studi budaya visual modern yang dikenal dengan nama “Genshiken” dan unit musik yang dikenal dengan nama “ITB Student Orchestra”.

Afri yang pernah menjadi sekretaris Paskibra di SMA-nya ini merasa menulis adalah bagian dari kehidupannya. Dia ingin terus meningkatkan kemampuannya menulis, setelah naskahnya sempat ditolak beberapa penerbit. Menurutnya, bakatnya yang dinilai teman-temannya bagus dan cemerlang belum benar terbukti sebelum tulisannya bisa menyentuh pembaca nasional dan naskahnya belum tembus penerbit. Sambil terus memperbaharui isi naskahnya, dia juga sering meminta dukungan dari keluarga dan teman-teman. Baginya sukses yang ada dalam diri sendiri tidak perlu dibandingkan dengan sukses orang lain, karena sukses setiap orang berbeda-beda. Dia percaya Tuhan akan membukakan jalan untuk kesuksesannya di waktu dekat.

Berikut ini salah satu puisi yang ditulis oleh Afriana.

 

Dengarlah suara hujan di luar

Hujan sudah menyeretku ke masa lalu, menghamburkan keping-keping kenangan yang rontok lewat sela-sela helai rambutku, menetes basah menuju sepatu

Bahkan melalui hujan, aku selalu bisa menyapa kamu. Meski hanya dengan ketukan kecil di jendela, saat kutekan jemariku yang dingin menyatu dengan embun di udara

Jika hujan adalah suaraku

Kamu mungkin tidak tahu. Dari detak dan riaknya di atap rumahmu, hujan berbisik terus memanggilmu. Kamu akan tetap mendengarnya meski kaututup semua jalur pendengaranmu

Hujan lebih keras dari terompet tahun baru yang kautiup riuh pecah

Hujan lebih keras dari retak kayu bakar yang melepuh di perapian yang membuncah

Hujan lebih keras dari alarm yang membangunkan tidur nyenyak dan rebah

Hujan adalah degup jantung di dadamu

Hujan adalah perantara yang diciptakan Tuhan untuk aku dan kamu

Hujan adalah aku yang memanggilmu dalam rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s